Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Saat Kau Tak Lagi Di Sisi Ku

Trimakasih tuhan engkau berikan kesempatan pada ku untuk memiliki diri nya ... orang yang slalu ada di hatiku yang telah mengubah hidup ku .. membuat malam ku tak lagi gelap pagi ku tak lagi mendung dan sore ku tak lagi hujan ...

CINTA ABADI…

setetes cinta ini.. Ingin ku beri padamu.. Kesetiaan Suci penuh kasih.. Kan kupertahankan Untukmu.. Tak kan ingkar dalam Hati.. Untuk setia berbagi.. Demi cinta suci.. Kaulah cinta sejati..

Puisi Cinta

sambil nyeruput kopi panas kunikmati sepotong puisi buatan kamu masih berasa hangat dan basah bekas ciuman di tiap hurupnya. Puisi menjelma bunga ketika kupetik setangkai bait untuk kutanam di dada menjelma cahaya ketika aku gelap memahami maknanya

Kutemukan Puisi dalam Sebait Cinta

Tetes hujan yang melambai di kaca jendela ia mencari alamat sungai. Aku mencari alamat hatimu. Kutemukan telaga: sebuah genangan sunyi, tanpa ombak tanpa nyanyi, lalu kutenggelam dalam bening puisi. Itulah yang istimewa tentang dirimu, ketika segayung hujan membasuh telapak tanganmu, aku terhanyut di situ, lautan teduh dekapanmu. Maka aku menyamar hujan, memelukmu deras, mencium parasmu dengan kecup rintik yang tak pernah tuntas.

Putus Cinta

Sayang sama kamu ga pernah bikin aku nyesal . Yang bikin aku nyesal adalah aku bukan yang kamu sayang Kamu hanyalah sisa-sisa memori yang tertinggal jauh dan akan menghilang tertimbun kebahagiaan-kebahagiaanku..

Tentang Waktu

Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.

Waktu Kita Terbatas

Terkadang kita terlalu disibukkan oleh hal-hal yang begitu remeh sehingga kita terlupa untuk segera menyelesaikan tugas besar yang sebetulnya telah menunggu kita untuk diselesaikan. Coba Anda audit lagi apa yang telah Anda lakukan dalam 1 (satu) bulan ini, mungkin ada beberapa hal yang semestinya bisa diselesaikan dengan cepat di awal atau pertengahan bulan.

Kosong

Bukan tak sempat atau tak lagi berniat, hanya saja tekad tak cukup untuk membuat sebuah puisi terlahir secepat kilat. Esok, jika aku sanggup memanggil kembali semua inspirasi yang kini pergi, pasti ‘kan kutuliskan untukmu (lagi) sebuah puisi cinta untuk hati. Aku berjanji ! Hari ini, biarkan saja aku diam dalam keheranan tentang kemana larinya semua jiwa-jiwa puitis yang biasanya bersemayam di hati dan jiwaku. Mungkin semalam cukup, mungkin juga tidak. Aku tak pernah mengerti. Aku hanya akan coba menanti.

harus kah ku mati

kan ku simpan semua kenangan mu. . . yang telah hilang bersama bayangan mu, harus kah aku mati agar kamu bisa mengerti bahwa cinta ku amat besar kepada mu... kasih.... kini kau telah jauh dan mgkin melupakan aku untuk selama nya, tapi, aku takkan lupa dengan semua yang telah kita jalani bersama aku merindu mu...